Tips Membeli Cryptocurrency Untuk Pemula

gastronoid.com – Tips Membeli Cryptocurrency Untuk Pemula. Bagi kamu pemula yang baru ingin terjun ke dunia Cryptocurrency mungkin masih kebingungan untuk membeli Cryptocurrency apa yang bagus atau Cryptocurrency apa yang punya potensi naik ke depannya agar nilai investasi kamu meningkat dari modal investasi kamu. Berbeda dengan investasi saham yang jelas produk dan layanan perusahaan saham tersebut sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari dan bisa menganalisanya secara fundamental dengan laporan keuangan perusahaan tersebut.

Sedangkan kita tahu bahwa Cryptocurrency tidak ada fisiknya, bahkan beberapa orang mengatakan Cryptocurrency tidak ada fundamental yang bisa dinilai dengan angka selain harganya saja. Hal ini bukan menandakan investasi Cryptocurrency merupakan investasi ghoib atau investasi khayalan. Karena sejatinya, Cryptocurrency memiliki beberapa segi fundamental yang bisa dilihat selain jika ditelusuri lebih jauh. Ingin tahu bagaimana menganalisa fundamental Cryptocurrency sebelum melakukan pembelian Cryptocurrency ?. Ayo kita bahas Tips Membeli Cryptocurrency Untuk Pemula.

Ketahui Dulu Developer Cryptocurrency

Sama seperti perusahaan yang memiliki para petinggi perusahaan seperti presiden direktur / direktur utama dengan jajarannya. Siapa-siapa saja yang mengisi jabatan tersebut di perusahaan bisa mempengaruhi aspek fundamental, bagaimana kebijakan tata kelola perusahaan alias  GCG (Good Corporate Governance). Pada Cryptocurrency, siapa saja pendiri dan tim developer Cryptocurrency tersebut mempengaruhi fundamental dan bagian paling penting dari fundamental Cryptocurrency tersebut sebelum melakukan pembelian.

Siapa yang menjadi founder atau pendiri, pengalaman pendiri dan anggota-anggota tim developer sebelum bergabung mengerjakan project Cryptocurrency. Pengalaman para pendiri dan anggota tim developer, apakah sesuai dengan industri dimana industri project Cryptocurrency tersebut bergerak. Karena ini berpengaruh pada kredibilitas dan kemampuan untuk mengembangkan project Cryptocurrency menjadi project yang berhasil.

Karena hati-hatilah jika ada project Cryptocurrency para pendiri dan anggota tim developer atau pengembang tidak memiliki kesesuaian dengan bidang pengalaman dengan bidang Cryptocurrency, seperti pengalaman para pendiri dan anggota tim developer atau pengembang adalah bidang pertanian tetapi project Cryptocurrency itu dibidang simpan pinjam atau bahkan game.

Jadi ada kemungkinan project Cryptocurrency tersebut hanya shitcoin dan kemungkinan tim developer atau pengembang akan melakukan rug pull. Rug pull adalah tindak kecurangan di dunia Cryptocurrency, dimana developer membuat project palsu untuk mendapatkan uang investor. Setelah berhasil mendapatkan cukup banyak uang, tim developer atau pengembang menelatarkan project Cryptocurrency  dan kabur dengan uang investor.

Baca Juga: Cara Melipat Gandakan Cryptocurrency yang Kamu Miliki

Ketahui Dulu Fungsi Cryptocurrency

Sesuatu aset dikatakan berharga bukan karena memiliki bentuk fisik atau tidak tetapi karena aset tersebut memiliki nilai guna seperti uang kita di e-wallet, uang kita menjadi tidak punya bentuk fisik tetapi masih memiliki nilai guna untuk melakukan transaksi.  Cryptocurrency merupakan produk dan layanan yang diberikan tim developer.

Contoh  kegunaan dan fungsi Cryptocurrency  seperti Uniswap yang bergerak dalam pertukaran Cryptocurrency  bisa dibilang bergerak sebagai tempat pertukaran mata uang, Bitcoin yang digunakan para investor untuk store of value alias menjaga nilai kekayaan disebabkan mata uang mengalami inflasi saat negara banyak melakukan stimulus untuk menjalankan roda perekonomian disaat pandemi dan token AXS dari  Axie Infinity yang berfungsi menentukan arah pengembangan game Axie Infinity. Jadi Cryptocurrency harus diketahui lebih dahulu yaitu produk atau layanan apa yang ditawarkannya, untuk mengatasi masalah apa, solusi apa, inovasi apa dan lain sebagainya. Hal ini bisa dibaca di roadmap dan whitepaper Cryptocurrency  tersebut.

Hindari Cryptocurrency  yang tidak memiliki manfaat atau kegunaan serta tidak bisa di aplikasikan. Cryptocurrency  yang tidak ada manfaat jelas biasanya merupakan shitcoin dan berpeluang akan rug pull, jauhi Cryptocurrency  yang tujuannya hanya meme saja. Karena secara fungsi dan kegunaan tidak ada, jadi harganya tidak akan naik tinggi, seperti dogecoin atau shiba inu coin harganya sulit menembus harga $1, apalagi  berharap menyalip harga Bitcoin itu mustahil.

Walaupun sempat menyentuh $1 dulu dogecoin saat di pom pom oleh Elon Musk tapi sekarang harganya selalu $1. Kalau ingin membeli Cryptocurrency yang bisa menjadi Next Bitcoin atau Next Ethereum, maka cari Cryptocurrency yang memiliki fungsi dan kegunaan serta bisa diaplikasikan. Ada 9.000 Cryptocurrency  saat artikel ini ditulis, beberapa Cryptocurrency yang tidak memiliki fungsi, beberapa Cryptocurrency tidak memiliki fungsi yang penting atau krusial, beberapa Cryptocurrency  memiliki fungsi yang tidak bisa diaplikasikan alias masih tahap pengembangan alias masih mengkhayal jauh tim pengembangnya, dan beberapa memiliki fungsi serta kegunaan yang sama.

Walaupun Cryptocurrency yang memiliki kesamaan fungsi serta kegunaan, ada beberapa perbedaan satu sama lain. Seperti Ethereum memiliki saingan alias kompetitor yang berfungsi dan kegunaan sama sebagai wadah pembuatan project Cryptocurrency lain diatasnya  yang dilengkapi dengan smart contract yaitu Binance Smart Chain (BSC), Cardano, Tezos, dan Solana. Masing-masing Cryptocurrency yang memiliki fungsi dan kegunaan sama tapi memiliki perbedaan kelebihan serta kekurangan satu sama lain. Jadi pelajari lebih dahulu, mana yang lebih baik dan cocok untuk dijadikan investasikan untuk mu.

Ketahui Dulu Ekosistem dan Komunitas Cryptocurrency

Pengguna Cryptocurrency, investor Cryptocurrency dan  developer Cryptocurrency yang aktif mengembangkan jaringannya. Ketiga hal itu membuat ekosistem Cryptocurrency menjadi baik sehingga jaringan aman dan berjalan lancar. Komunitas solid mendukung project Cryptocurrency dalam jangka panjang, walaupun harga token project Cryptocurrency turun drastis. Jadi carilah Cryptocurrency dengan ekosistem dan komunitas yang bagus dan ramai.

Ketahui Dulu Token Economics / Tokenomics

Token economics / Tokenomics adalah bagaimana suatu token Cryptocurrency berperan dalam ekosistem project cryptocurrency tersebut. Token economics / Tokenomics  bisa dibilang sebagai kebijakan moneter tim developer project Token economics / Tokenomics,  Token economics / Tokenomics sebagai upaya project Cryptocurrency untuk tetap menarik minat investor.

Supply Token Cryptocurrency

Jumlah supply Cryptocurrency mempengaruhi harga Cryptocurrency secara langsung. Jumlah supply Cryptocurrency sudah ditentukan diawal pembuatan seperti contoh Bitcoin yang memiliki jumlah maksimal supply 21 juta Bitcoin. Cryptocurrency dibedakan menjadi jumlah persediaan yang terbatas seperti Bitcoin  dan jumlah persediaan yang tidak terbatas seperti Ethereum. Cryptocurrency  memiliki sifat penurunan jumlah Cryptocurrency  yang  bisa didapatkan dari staking dan mining alias deflasi seperti Bitcoin. Cryptocurrency yang tidak memiliki sifat pada  penurunan jumlah Cryptocurrency  yang  bisa didapatkan dari staking dan mining alias  inflasi seperti Ethereum dan Dogecoin.

Jika Cryptocurrency memiliki jumlah terbatas dan permintaan yang tinggi, biasanya harga akan meningkat seperti Bitcoin. Cryptocurrency  yang memiliki jumlah tidak terbatas bukan berarti tidak bisa naik harganya, karena selama jumlah pertambahan Cryptocurrency  jauh lebih rendah dibandingkan mekanisme token burn alias pembakaran token Cryptocurrency  tersebut, karena adanya transaksi / penggunaan dilakukan seperti  Ethereum. Semakin banyak transaksi artinya semakin banyak token Cryptocurrency yang dibakar, Ethereum bisa memiliki sifat deflasi seperti  Cryptocurrency yang jumlahnya terbatas jika tingkat pertambahan alias inflasi lebih rendah dibandingkan tingkat pembakaran token Cryptocurrency alias deflasi.

Marketcap Cryptocurrency

Marketcap atau kapitalisasi pasar adalah jumlah nilai keseluruhan Cryptocurrency tersebut. Marketcap Cryptocurrency bisa dihitung dengan mengkalikan jumlah Cryptocurrency yang beredar dengan harga token saat itu. Marketcap yang besar, menandakan tingkat likuiditas yang tinggi sehingga kamu tidak akan kesusahan dalam menjual Cryptocurrency nantinya.

Marketcap besar juga tanda akan stabilitas harga, karena marketcap Cryptocurrency yang kecil kecil biasanya mudah digerakkan dan dimanipulasi harganya oleh seseorang atau sekelompok orang yang disebut para Whales Cryptocurrency. Whales dalam dunia Cryptocurrency, merujuk pada pihak atau golongan orang yang memiliki dana sangat besar atau Cryptocurrency tersebut dalam jumlah besar sehingga tindakan yang diambil bisa mempengaruhi harga Cryptocurrency .

Khusus Cryptocurrency yang menjalankan project DeFi, melihat dari TVL atau Total Value Locked juga penting. TVL atau Total Value Locked adalah total nilai yang terkunci dalam protokol DeFi tersebut.  TVL dibagi dengan marketcap, jika nilainya dibawah satu berarti project DeFi terbilang baik dan banyak orang yang mempercayakan uangnya dikunci dalam DeFi alias tidak beli  Cryptocurrency dengan project DeFi diatas harga wajar. Jadi pembagian TVl dan marketcap ini jika disaham sama dengan PBV alias Price Book Value atau nilai buku saham perusahaan tersebut.

Alokasi Cryptocurrency

Alokasi Cryptocurrency dibedakan menjadi dua yaitu  pre mined dan fair launch. Pre mined adalah bentuk alokasi Cryptocurrency dengan melakukan penambangan terlebih dahulu sebelum diluncurkan ke publik alias Initial Coin Offering. Jadi pihak  tim develepor  atau pengembang project Cryptocurrency  akan memberikan alokasi pada pendiri, investor awal, para penasehat tim project Cryptocurrency, insentif bagi user / pengguna untuk berpartisipasi di jaringan Cryptocurrency  tersebut. Sedangkan fair launch adalah pengalokasian token atau coin Cryptocurrency para pendiri dan publik secara bersamaan.

Untuk Cryptocurrency  yang menerapkan Pre mined, maka ada vesting  schedule.Vesting schedule adalah waktu pertama token atau coin Pre mined dijual ke publik. Biasanya akan ada resiko violatitas  harga, saat investor awal menjual token atau coin  Cryptocurrency  secara bersamaan hingga harga turun yang disebut supply shock, bisa terjadi lonjakan harga Cryptocurrency disebabkan para investor baru yang FOMO dan baru bisa membeli token atau coin  Cryptocurrency  yang baru dijual ke publik. Alokasi token atau coin Cryptocurrency  yang bagus adalah 50-70%, jika kurang atau lebih itu malah tidak baik. Karena ada kemungkinan rug pull dan kemungkinan manipulasi harga dari pihak tim developer.

Kalau kamu sudah mencari tahu semua itu tentang Cryptocurrency dan telah memutuskan mau membeli Cryptocurrency apa.  Kamu bisa membeli di Binance atau Indodax, jika kamu belum punya akun di Indodax, kamu bisa  mendaftar atau membuat akun pengguna menggunakan link ini. Kalau kamu bingung cara mendaftarnya bisa baca  panduan lengkap tahapan mendaftar di Indodax .

Jika kamu tertarik mendaftar di Binance, kamu bisa menggunakan link ini. Pastikan kamu punya BSUD atau USDT sebelum bisa bertransaksi di Binance. Jika tidak punya, kamu bisa membelinya di Indodax lalu memindah ke wallet Binance kamu. Kalau kamu bingung cara mendaftarnya bisa baca  panduan lengkap tahapan mendaftar di Binance.

Jadi jangan asal beli sebelum kenal aset Cryptocurrency. Karena ancaman rug pull, harga terus downtrend hingga harga Cryptocurrency tidak ada nilainya yaitu bahaya membeli shitcoin, dan manipulasi harga tim developer atau pengembang.Itulah Tips Membeli Cryptocurrency Untuk Pemula. Terima kasih telah membaca di gastronoid dan semoga artikel ini bisa membantu kamu,

Tinggalkan komentar